Sabtu, 27 September 2014

Bertemu Sang Ispirator



"Suatu saat diaantara dari kalian akan ada yang menjadi penulis hebat dan terkenal". Demikian kata yang menggugah saya untukterus bersemangat menulis. delapan tahun lalu adalah_katakanlah masa kebangkitan seorang pemimpi dari desa. Ya. itu saya. waktu itu pertama kali saya mengikuti pelatihan jurnalistik dengan jarak yang cukup jauh. Dengan rela saya meninggalkan mata pelajaran demi mengikuti acara itu. kelas dua Mts, adalah masa dimana aku mulaih bisa terbangun dan yakin akan sebuah mimpi-mimpi. semua tak akan mustahil, semua pastiakan ada jalan jika kita mau bersungguh-sungguh dan bersemangat meraih mimpi-mimpi itu.

Didin Rohidin adalah sang insprator menulis pertama saya. sebelum itu saya masih ragu akan tercapainya mimpiku menjadiseorang penulis. setelah mengikuti pelatihan itu saya kembali giat untuk memperoleh apa yang saya inginkan. Saya terus menulis, apapun dan bagaimanapun hasilnya. terus saya tulis apa yang ada dalambenak saya. mulaih dari puisi sampai curahan-curajhan hati sang dloif ini.



Selulus SMA kini saya mulaih mengawali hidup baru, Saya beranjak dari kampung halaman menuju Kota pelajar yang sebelumnya tak ada bayangan sedikitpun untuk bisa belajar di sana. Yogyakarta kini sudah tiga tahun aku memijakan kaki yang sejakkecil berada di hamparan padi-untuk mengaisnya demi kelangsungan hidup. Kini tercapai, saya bisa kuliah di sisni yang padahal aku telah hampir putus di tengah jalan. ketika lulus Sd saya sempat dilarang oleh ibu saya untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya. "Nak, sudahlah kamu dirumah saja ngaji di pesantren dekat rumah sembari membatu ibu mencari nafkah di sawah". demikian kata-kata ibu saya karena khawatir tak bisa membiayai sekolah saya. "Ibu, saya syakin saya mampu bu. Saya janji akan menjadi juara agar bisa mendapat biaya gratis sekolahbu". Ibu saya termengu menetes air mata. Hingga akhirnya ibuku mengizinkan saya untuk melanjutkan sekolah. apa daya orang tua yang merasa tak mampu membiayai namun tak kuasa untuk melarang anaknya mengejar mimpi yang sebenarnya ia sangat menginginkan anaknya bisa sekolah dan menjadi orang hebat. maka dari situlah saya bangkit untuk mulaih bertarung dengan masa.


Alloh memang Maha Penyayang lagi maha pengasih. Alloh tak akan menyia nyiakan Hambanya yang berkeinginan mulia. Alloh akan memberi jalan pada hambanya yang mau berjuang di jalanya. Intansurulloha yansurkum. barang siapa menolong agama Alloh pasti Alloh akan menolongnya.

Semester empat. tepat pada bulan januari 20014 saya mendapat juara dua lomba puisi dan mendapat hadiah vocerpenerbitan. di situlah saya bisa mengawali impian saya menjadi seorang penulis. Saya menerbitkan buku tulisan saya. Di situ aku mulaih di kenal banyak orang. twman-temankupun menyapaku dengan ucapan selamat. Sebelumnya orang-orang mungkin memandangku sebelah mata. Saya hanya orang kampungan yang menjual donat di kampus. mungkin mereka anggap saya orang yang asal-asalan kuliah -karena sering terlambat. Mungkin mereka anggap saya orang yang gak punya mimpi. Alloh adalah penulis sekenario yang seadil-adilnya.

Habburrahman El Shirazy adalah tokoh yang telah saya kenal sejak MTs dan saya sangat mengidolakanya. waktu itu saya hanya mengenalnya dalam-buku-buku novel sebagai penulisnya. satu tahun lalu seakan adalah mimpi. Saya bertemu dengan belia bahkan foto bareng dan bersalaman dengan beliau. Subhanalloh. Iniadalah kebesaran bagi saya.



Ukhty Vita



Mba Dhy

Mardhiyan Novita Mz, Vita Septi Susanti termasuk inspirator bagi saya. dia adalah penulis muda yang bisa langsung saya bertatap muka dengan merek. dan masih banyak sekali.

Ahmad Tohari. adalah penulis Novel Ronggeng dukuh paruk yang sebenarnya adalah satu kabupaten dengan saya. namun sama halnya Kang Abik, saya mengenalnya dalam buku-buku novel sebagai pengarangnya. kini dua minggu lalu saya bisa bertatap muka bahkan berpelukan dengan beliau. Yang menjadi kesan tersendiri bagi saya adalah ketiaka itu adah sebuah kejadian hingga saya bisa memberikan tutup kepala saya kepadanya. iapun selalu memakainya." saya janji pa.. saya akan meneruskan perjuangan bapak -membawa nama Banyumas dan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar